Sabtu, 21 Februari 2015

Masa Kecil di Semarang

Saya rindu dengan kota Semarang, kota tempat kelahiran saya, kota dimana saya tumbuh dan besar di sana.
Banyak kenangan indah yang terukir. Banyak pula tempat-tempat yang seakan jadi saksi perjalanan hidup saya semasa kecil hinggga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya tinggal di daerah bernama Puspanjolo. Dari Tugu Muda menuju ke arah barat persis setelah menyeberangi jembatan banjirkanal, di daerah situlah Puspanjolo terletak. Saya sering bersepeda tiap sore sepulang sekolah dasar bersama kawan saya Agung Wibowo dan Indra. Menyusuri jalan di tepian sungai, keluar masuk gang, mencari bunga kecil yang berwarna merah atau jingga yang manis rasanya, singgah di Pleret, memasang air mineral gelas di antara ban belakang dan garpu sepeda untuk menimbulkan bunyi seperti motor balap, tak lupa adu cepat untuk membuktikan siapa yang paling jago. 
Dulu di daerah saya banyak terdapat lapangan tempat bermain bola. Lapangan yang terdekat adalah lapangan gang enam tengah. Untuk ke sana saya cukup menyeberang jalan Pusponjolo Raya saja. Ukurannya mungkin sekitar seperempat lapangan bola standar. Gawangnya terbuat dari bambu. Masih terdapat banyak kerikil terutama di pojok pojok lapangan. Di belakang gawang terdapat beberapa pohon pisang dan singkong. Terdapat got di pinggir lapangan sehingga jika bola keluar dan tercebur di got, bola itu basah dan bercampur bau peceren yang khas.
Permainan tradisional  seperti gobag sodor, betengan, cublak cublak suweng, ular naga, layangan, kelereng pun cukup kerap saya mainkan bersama tetangga - Gerith, Apit, Ade, Ardo, April, Yani, Afif  - terutama saat malam minggu atau liburan sekolah. Yang hampir dimainkan tiap hari pada waktu sore yaitu petak umpet. Tempat jaganya adalah tiang listrik dari kayu di depan rumahku. Tempat favorit untuk bersembunyi adalah di bawah pohon jambu, pohon belimbing, di balik pagar rumah, gang sebelah, gapura, gardu poskamling, dan tentu saja di dalam rumah sendiri hingga membuat jengkel yang dapat giliran mencari.

(bersambung...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar