Kopi Senja
menuju temaram dengan secangkir kopi
kali ini di tempat yang katanya eksklusif
matahari belum tenggelam
hingga perlahan terbenam
lampu remang mulai dinyalakan
perbincangan di tempat itu mulai ramai
lima ibu-ibu muda
salah satunya membawa anaknya masih balita
mereka asyik bercerita
seputar barang belanja
walau belum butuh tak mengapa
yang penting terkenal dan mahal
pahit!
kutambahkan lagi gula
harga minuman ini cukup untuk menraktir sepuluh temanku
di warung kopi ujung gang rumahku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar