26 Februari 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi KPP 943, sebuah revolusi kenyamanan karena hari itulah AC standing pertama kali dinyalakan di ruang aula dalam rangka sosialisasi. Berkaca dari pengalaman tiga hari sebelumnya dimana AC dinding yang berjumlah 3 buah pun tak sanggup untuk mendinginkan ruangan yang penuh sesak dengan Wajib Pajak (WP). Aura sumuk alias gerah sudah terasa ketika kita berdiri di pintu masuknya. Gerith yang mendokumentasikan acara tersebut menangkap foto-foto WP yang kepanasan yang ditunjukkan dengan mengipas-ngipas wajah mereka dan menyeka keringat dengan tissue. Deddy yang membawakan materi tampak bercucuran keringat yang membasahi kemeja kantornya dari pangkal lengan hingga punggung. Dalam sesi tanya jawab, saya melihat beberapa WP keluar ruangan dengan dalih untuk pergi ke toilet namun tampaknya mereka hanya ingin mencari angin segar.
Saat itu saya menanyakan kepada Ebi apakah AC dinding betul-betul menyala dan dinyalakan dalam suhu yang dingin?. Ebi menjawab bahwa AC memang sudah menyala tapi tidak sanggup untuk mendinginkan ruangan yang memang terlalu penuh sesak. Kapasitas ruangan yang dapat menampung 100 orang terisi hampir penuh sekitar 90 orang. Waktu itu AC standing memang sudah ada di ruangan aula tetapi hanya sebagai pemanis belaka. Jaringan listrik belum terpasang dan kalau AC standing itu dinyalakan maka genset juga harus dinyalakan karena daya listrik kantor tidak kuat. Seusai acara, saya, Ebi dan Endar berbincang tentang masalah itu dan kami memutuskan untuk menghubungi teknisi AC untuk membenahi jaringan listrik yang terhubung ke AC. Esoknya, teknisi AC belum kunjung datang. Dia baru datang esoknya lagi. Rabu sore, teknisi baru bekerja. Awat bolak-balik ke toko untuk membeli kabel dan peralatan pendukung lainnya. Kami pun makin percaya diri untuk menyelenggarakan sosialisasi pada hari Kamis.
Kamis pagi setelah absen, saya dan Awat menyiapkan ruang aula. Genset dinyalakan dan AC standing dihidupkan langsung pada suhu 16 derajat celcius. Hasilnya, kata Septian, sang sekretaris, "sangat dingin dan segar." Nampak wajah-wajah sumringah dari para peserta sosialisasi. Semoga WP dapat menyerap materi yang diberikan dan semoga setelah sosialisasi mereka tidak pergi ke apotek atau nyaraba di warung guraka dikarenakan masuk angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar