Sabtu, 28 Maret 2015

Scorpions - Pure Instinct Album

      Sebelum tahu lagu-lagu manis dari Scorpions seperti Always Somewhere, Still Loving You, Holiday, Wind of Change, saya lebih dulu mengenal Scorpions lewat album Pure Instinct. Saya menemukan album tersebut dari mengulik koleksi kaset-kaset pita ayah saya yang tertata rapi di wadah penyimpanan kaset berwarna hitam yang bisa ditarik seperti laci. Di album itulah perasaan saya teraduk-aduk setelah mendengarkan paduan tembang-tembang cinta yang manis seperti You and I, When You Came Into My Live. Saya yang waktu itu mengalami cinta pertama seperti menemukan soundtrack yang pas untuk menemani saat melamunkan kakak kelas yang cantik. Lagu rock yang genit macam Wild Child, bass line yang catchy dalam Where the River Flows membuatku bersenandung menyanyikan nada-nada lagu itu saat berjalan kaki menuju sekolahan.

       Berikut ini adalah track list dari album Pure Instinct :

1. Wild Child
2. But the Best for You
3. Does Anyone Know
4. Stone in My Shoe
5. Soul Behind the Face
6. Oh Girl (I Wanna Be with You)
7. When You Came into My Life
    Lirik di lagu ini ditulis oleh Meine, Schenker, Titiek Puspa, James F. Sundah
8. Where the River Flows
9. Time Will Call Your Name
10. You and I
11. Are You the One
 

Pulau Kakara, Tobelo

Bersama kawan menaiki perahu kecil dari pelabuhan terdekat
Membawa lauk ikan bakar, nasi jaha, rica, dan sayur
Ombak yang tenang, semilir angin sepoi, mengiringi perjalanan kami. Perahu katingting pun merapat di bibir pantai. Satu persatu kamipun turun dengan membawa perbekalan yang disiapkan.
Kemudian mencari tempat yang datar dengan pemandangan terbaik menemani makan siang.
Matahari mulai meninggi tetapi tak menyurutkan niat kami untuk melihat harta karun terumbu karang yang terselimuti air laut.
Kami bersiap mengenakan alat snorkling, berjalan menapaki halusnya pasir putih yang kadang terdapat sisa serpihan terumbu karang yang mengering hanyut terbawa ombak sampai tepian pantai. Sekitar 20 meter dari bibir pantai terdapat
menara pengawas dari kayu. Aku naik ke atasnya untuk melihat pemandangan yang lebih luas. Terlihat gunung Dukono dan Galela dari Pulau Kakara.

Jumat, 27 Maret 2015

Penempatan di Tobelo ini Hanya Sementara

*sebuah catatan pendek untuk penempatan pertama

      Saya masih ingat pada suatu hari di awal April 2013, ketika saya bersiap untuk berangkat ke Tobelo, sebuah kota yang terletak di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Saya membawa ransel dan koper besar berwarna hitam - biru berisi pakaian, sepatu, dan barang - barang lain yang biasanya dibawa saat bepergian ke tempat yang jauh. Saya janjian dengan kedua teman saya seangkatan yang penempatan di Tobelo (Gabriel dan Surio) untuk bertemu di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan berangkat bersama. Sebelumnya saya pergi ke Magelang untuk singgah ke rumah pakde yang berada dekat dengan Candi Borobudur sekaligus mampir ke rumah Gabriel untuk berangkat bersama dari Magelang ke Jakarta. Kami pun naik mobil ke Jakarta diantar kedua orang tua Gabriel. Dalam perjalanan, kami singgah ke beberapa rumah makan untuk memuaskan selera makan kami dengan masakan kampung halaman sebelum makan kuliner baru di tanah rantau.
      Sesampainya di Jakarta, kami sudah ditunggu Surio di bandara. Pesawat Lion Air berangkat hari Senin sekitar pukul 01.00 WIB dini hari dengan tujuan Manado. Setelah sampai di Manado kami lanjut naik Wings Air, pesawat kecil dengan baling-baling ganda rute Manado - Kao pukul 06.00 WITA. Pada waktu itu jadwal penerbangan maskapai tersebut  masih 3 kali dalam satu minggu yaitu hari Senin, Rabu, dan Jumat. Belum seperti sekarang yang jadwal penerbangannya sudah setiap hari. Itulah pengalaman pertama saya naik pesawat twin otter. Cukup menegangkan pada saat take off, beruntung waktu itu pramugarinya manis sehingga paling tidak kecemasan saya pun teralihkan. Saat mendarat di bandara Kao, saya melihat ada sebuah gundukan besar seperti bunker dan memang benar itu adalah bunker peninggalan Jepang pada saat Perang Dunia ke II. Setelah turun dari pesawat, kami menyempatkan untuk foto-foto di bunker tersebut. Kru pesawat beserta pramugarinya juga ikut berfoto di lokasi itu. Sayangnya kami belum sempat foto bersama pramugari yang manis itu karena kami dikagetkan oleh suara yang memanggil dari kejauhan. "Suriooo!!", kamipun menoleh ke arah sumber suara. Nampak Pak Rahmansyah melambaikan tangan ke arah kami. Beliau pernah sekantor dengan Surio di KPP Pratama Purwokerto sebelum promosi menjadi Kepala Seksi Pelayanan di KPP Pratama Tobelo. Rupanya Pak Rahman akan pergi dinas ke Manado bersama kepala seksi yang lainnya yaitu Pak Audie. Mereka diantar oleh Rifandy dengan menggunakan mobil kantor. Kebetulan kami datang pada saat yang tepat sehingga bisa sekalian langsung dijemput dengan mobil itu pula.
      Kao - Tobelo ditempuh dalam waktu satu setengah jam perjalanan darat. Jalannya mulus dan banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh di sisi jalan. Kita juga dapat melihat pantai dan laut di sekitar pelabuhan Kao. Di seberangnya nampak pulau yang bernama Pulau Bobale. Katanya disitu penghasil mutiara dari Halmahera Utara. Begitu memasuki gerbang masuk Kota Tobelo, kota ini memang kota yang paling ramai di Pulau Halmahera. Sofifi yang merupakan Ibukota Maluku Utara pun kalah ramai dengan Tobelo. Nampak sektor perekonomian begitu berkembang. Pembangunan ada di mana-mana. Baik jalan, saluran drainase, ruko-ruko baru, dan kawasan pertokoan sedang dalam proses pengerjaan. Pasar terlihat ramai, banyak yang berjualan kopra, rempah-rempah, sayur mayur, buah-buahan, ikan segar, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pembeli di pasar tetap ramai walaupun di dekatnya ada swalayan Galaxy.
      Akhirnya sampai juga kami di kantor. Saat itu sedang jam istirahat sehingga kami hanya menemui beeberapa pegawai saja. Berhubung kami belum mendapat tempat kos, kami diajak bang Endar untuk sementara menumpang dulu di kosnya daerah Dufa-Dufa dekat Pelabuhan Tobelo sampai kami mendapatkan kos. Papa dan Mama kosnya baik sekali, kami disambut seperti keluarga dari jauh, dihidangkan masakan khas Tobelo seperti kasbi (singkong), pisang goroho, ikan cakalang, sambal dabu-dabu, ikan kuah kuning. Papa dan mama kos juga banyak bercerita tentang  kondisi Tobelo yang mulai membaik pasca kerusuhan silam. Kini Tobelo sedang berkembang menjadi kota perdagangan yang maju dan masih menyimpan pesona keindahan alam seperti pantai (Luari, Kupa-Kupa) dan pulau-pulau di sekitarnya (Kakara,Tagalaya,Morotai). Pengalaman lainnya di Tobelo akan saya tulis pada lain kesempatan.
Salam perjuangan ! Semoga sukses !

Kamis, 26 Maret 2015

Memperoleh Derajat Wali Tanpa Meninggalkan Duniawi

      Malam Jumat kemarin saya membaca kultwit dari Pesantren Sidogiri (@sidogiri). Ada ulasan yang cukup menarik tentang memperoleh derajat wali tanpa meninggalkan duniawi. Berikut adalah isi kultwitnya yang saya tulis ulang, semoga bermanfaat.
***
      Sesungguhnya yang menyebabkan kerisauan hati orang ahli ibadah & zuhud adalah karena mereka terhijab melihat Allah dari apa yang mereka lihat. Andaikan mereka telah melihat Allah dalam tiap sesuatu pasti tidak akan risau dari segala sesuatu. Selama ini, ada di antara kita yang menganggap bahwa satu-satunya jalan mendekat kepada Allah adalah dengan cara meninggalkan dunia & pernik-perniknya. Hal ini diekspresikan dengan menyendiri & tinggalkan keramaian, shalat terus menerus, jarang bergaul & nyaris memutus hubungan sosial. Pertanyaannya, benarkah cara ini merupakan cara yang ideal untuk mendekat kepada Allah agar mendapat pangkat yang mulia di sisi-Nya? Jawabannya adalah, cara yang ditempuh dengan model di atas sama sekali bukan satu-satunya cara agar kita menjadi kekasih & mendekat kepada Allah.
      Menuju Allah dengan cara meninggalkan kehidupan duniawi adalah sebuah sikap yang bertentangan dengan naluriah dasar manusia yang hidup di dunia. Allah sendiri di berbagai ayat al-Quran menganjurkan hambanya agar senantiasa memakmurkan bumi dengan berbagai pekerjaan yang sesuai syariat. Allah sendiri di berbagai ayat al-Quran menganjurkan hambanya agar senantiasa memakmurkan bumi dengan berbagai pekerjaan yang sesuai syariat. Contohnya adalah ayat berikut ini: (QS. Hud [11] : 61 .  Intinya adalah, meninggalkan dunia dengan segala kesibukannya bukan satu-satunya jalan menuju Allah. Ini terbutkti di antaranya dari ayat tadi. Hanya saja masih timbul pertanyaan. Bagaimana cara mendekat kepada Allah agar jadi kekasih-Nya tnpa harus meninggalkan kenikmatan duniawi? Ibn Athaillah menjawab bahwa agar kita tak tertipu olh kenikmatan dunia adalah jangan sampai menjadikan hati tergantung kepadanya. Kita dianjurkan bersosialisasi & mengatur dunia ini dengan baik. Jangan hindari. Dengan syarat jangan sampai hati ini tergantung kepadanya (dunia). 
      Tanda hati tergantung kepada dunia adalah selalu gusar, panik & pikiran dibuat bingung oleh urusan dunia. Allah menjadi terabaikan. Hati yg tak tergantung pada pernak-pernik dunia tak akan pernah gusar/ galau dalam persoalan dunia. Keimananlah yang menjadi penyejuk hati. Cara agar hati ini tak tergantung pada urusan dunia adalah selalu menyadari bahwa Allah satu-satunya Sang Maha Pemberi. Dan bahwa manusia ini hanya menjalani drama kehidupan saja. Allah-lah yang menentukan final atau hasil dari semua usaha manusia. Selalu menyadari akan ikut-campurnya Allah di dalam urusan duniawi, akan menjadikan ketergantungan hati kita pada dunia kian menipis. Ulama salaf juga sering mencontohkan bahwa dzikir/mengingat Allah adlh cara ampuh tuk mencapai derajat yg mulia di sisi-Nya.  Dzikir di sini tak hanya diartikan secara literal saja, dzikir yg dimaksud di sini lebih global dari arti dzikir yang dipahami selama ini. Yaitu, sebuah usaha dari kita agar hati ini selalu ingat & menyadari kebesaran & kekuasaan Allah di balik semua urusan yg kita jalani. Apabila kita berhasil menjaga kondisi hati agar senantiasa ingat kepada Allah, maka lambat laun diri kita akan semakin cinta kepada-Nya. Meski perlu diketahui bahwa pada dasarnya, hati manusia adalah mencintai Allah. Hanya saja, ia hilang sebab syahwat & lingkungan yg rusak.
      Senantiasa mengingat & berdzikir kepada Allah adalah upaya untuk mengembalikan kecintaan hati kepada-Nya yang selama ini dirusak oleh nafsu. Ketika hati ini senantiasa mengingat Allah, meski kita selalu sibuk berkecimpung di dlm urusan duniawi, tak ada masalah apa-apa.  Bisa saja nanti PNS, karyawan perusahaan dll, jadi wali Allah, meski terlihat jarang ke masjid, jika hati mereka trus berdzikir kpd-Nya. Barometer seseorang menjadi kekasih Allah itu sejatinya adlh hatinya. Bukan amal prilakunya. Seberapa kuat hatinya bersambung dg Allah. Sehingga jika hatinya sudah semakin menyatu kpd Allah, mau mengerjakan apapun saja yg terlihat & disadari adalah kekuasaan Allah. Demikian, penjelasan singkat Bab-112 malam ini. Moga bermanfaat.

Sabtu, 21 Maret 2015

Riezky ke Italia

     Selasa sore tanggal 17 Maret 2015 kemarin, saya yang masih berada di kantor tiba-tiba ditelepon oleh bapak saya. Setelah HP saya angkat, bapak berkata kalau ibu mau mengabarkan sesuatu. Dalam hati saya bertanya ada berita penting apa ini - semoga kabar baik. Kemudian terdengar suara ibu dari ujung telepon, beliau mengabarkan kalau malam ini adik saya yang bernama Riezky akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti briefing. Ia dipanggil untuk ikut expo atau pameran bertemakan budaya di Milan, Italia.
Apa? Italia?? saya pun kaget bercampur bangga. Sungguh tak menyangka kalau adik saya yang masih kelas 2 SMK jurusan nautika dapat pergi ke luar negeri mewakili Indonesia dalam acara tersebut.
      Ibu bercerita kalau kuota siswa yang dipilih ikut pergi ke Italia dari SMK 10 Semarang hanya dua orang. Untuk mengetahui kesiapan dan keseriusan dari pihak siswa dan orang tua, maka pihak sekolah memanggil orang tua murid beserta siswa untuk diwawancarai. Ada pertanyaan tentang pekerjaan orang tua, bapak kerja apa, ibu kerja apa, dan pertanyaan itu dijawab dengan terus terang kalau bapak bekerja di pabrik rokok sukun, ibu sebagai ibu rumah tangga, kemudian ada pertanyaan apabila dalam waktu mendadak diperlukan uang yang jumlahnya minimal sebesar lima kali UMR atau lebih apakah sanggup. Adik saya berkata "ya, sanggup" dan itu membuat Pak Heri sebagai guru yakin untuk mengikutkan adik saya dalam kontingen ke Italia.
     Ini adalah kesempatan yang berharga untuk menimba ilmu di Eropa, memperoleh pengalaman yang tak semua orang bisa merasakannya. Ibu saya bercerita ; pada waktu di ruang guru, beliau tak mampu membendung air mata bahagia bercampur bangga. Begitupun dengan bapak. Adik saya yang dianggap ndablek, nyelelek, pernah tidak naik kelas saat SD ternyata kini bisa menjadi yang pertama ke luar negeri diantara kami sekeluarga. Sepulang dari sekolahan, Ibu saya mengabarkan berita itu ke bude Parti teman dekatnya. Bude yang juga tahu perkembangan adik saya dari kecil hingga sekarang sontak menangis dan mengusap-usap kepala adik saya seraya memberikan wejangan serta doa. Beberapa bulan sebelumnya bude mengabarkan ke Ibu saya kalau anaknya akan pergi berlayar ke luar negeri dan prosesnya membutuhkan biaya pengurusan administrasi yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. " Wah, selamat bude, semoga lancar dan semoga nantinya Riezky bisa nyusul berlayar ke luar negeri", ujar Ibu saya menanggapi. Siapa sangka malah adik saya yang pergi duluan ke luar negeri.




Jumat, 27 Februari 2015

Kunci dan Resleting

Kunci dan Resleting

dari sakumu keluar beraneka kunci
paling besar kunci mobil
paling kecil jarang diambil
sengaja kau pamerkan atau tidak
itu tergantung niatmu
ini sekolah
bukan ajang menebar pongah
merayu siswi dengan iming materi
keluar malam pulang hampir pagi
rekaman video tersebar suatu hari
katanya bentuk dokumentasi
asu!
camkan ini di jidatmu
yang harus dikunci itu resletingmu

(2006)




Rabu, 25 Februari 2015

Turnamen Futsal Tobelo 2015

      Turnamen ini adalah turnamen kedua yang diikuti KPP Tobelo FC di Gelora Lina Ino. Pada tahun sebelumnya, KPP Tobelo belum berkesempatan untuk mencicipi nikmatnya lolos fase grup. Tahun ini, dengan formasi yang cukup menjanjikan di semua lini, terbitlah nyala semangat dan harapan untuk setidaknya bisa berbicara banyak di kompetisi ini.

Komposisi Tim :
1. Anggi Waringga (GK)
2. Akbar Toure (Gelandang Pengangkut Air)
3. Mukmin Asraff Sinclair (DF)
4. Yohan Christian-syah (Capt.)
5. Riewandy Hazard (MF)
6. Ilman Superman (Winger)
7. Lha Ah Adam (R/L Winger)
8. Sub'(h)an M. Rodriguez (UT - Ujung Tombak)
9. Engku Maskur (DF/GK)

      Selain susunan starting five di atas, tentunya ada gaji tc pemain ketiga belas, keempat belas, kelima belas, dst yaitu : 
Para suporter, bahkan jajaran eselon IV sir Agung, mr. Sholihin, mr. Helmi pun meluangkan waktunya untuk menyemangati tim kebanggaan KPP di Bumi Marahai.
Manajer : Julian vvota. Manager bertangan dingin yang tak diragukan lagi. Berbekal sedikit ilmu dari eyang Alex Ferguson dan nyanyian dari personil jeketi yang membuat semangat makin terlecut.
Mata-mata : peran yang dijalankan dengan apik oleh Septian guna memantau calon lawan yang potensial untuk menyulitkan langkah KPP untuk melaju ke babak selanjutnya. Hasil temuannya yang tidak akan diaudit antara lain ; 
  1. Satpol PP dengan sang kapten bernomor punggung 5 yang jiwa kepemimpinannya layaknya Hitler,  sangat beringas , hati-hati kena ciduk.
  2. RSU Tobelo, kapten bernomor punggung 4, temperamen tinggi, sering mengintervensi wasit, merupakan juara bertahan yang patut diwaspadai. Dari kabar intelejen yang kami terima, nama pemain tersebut juga Deddy. *whyy?
  3. Pacinko, didominasi pemain ala boyband Korea, tubuh tegap hasil bentukan fitness, baluran make-up di wajah sebelum pertandingan, dan ada satu pemain naturalisasi berbrewok mirip Diego Costa dalam timnya.   
Reporter live comment : Deddy Rudholfo Rasyid Samad, dengan quote khasnya cedera santai. Saking antusiasnya hingga "skor gol" sementara yang awalnya 5 - 2 kemudian setelah gol lagi menjadi 4 - 2. Bagaimanapun juga toh ia berperan untuk menyampaikan informasi bagi yang sedang cuti, dinas, dan I Komang yang gatal-gatal ingin ikut bermain bola.
Jamaah pimpinan pengajian : Al Mukarrom Habib Endar
tiga serangkai Gerith, Ngurah Sonny, Lindung Christian yang merekam skill-skill jogo bonito, pedalada, marseille roulette, putaran santana para punggawa KPP Tobelo FC serta celetukan yang kerap kali mengundang gelak tawa.
Cameramen : Alvin dan Yores yang siap dengan kameranya
Tukang urut yang malah menyebabkan lemas, silakan tanya para suhu dan sesepuh yang lebih berpengalaman di dunia ini. Di KPP Tobelo FC sendiri terdapat fisioterapis berbakat merangkap cameramen yaitu Alvin.
Direktur teknik, berperawakan sangar khusus dipersiapkan untuk mengintimidasi lawan, biasanya memakai jersey dengan nama punggung "Beebo" yang terdengar cukup kiyut.
Putri Tobelo yang hadir di bangku penonton untuk menyaksikan danjen, para pemain wabil khusus pemain pujaannya yang berada di sisi lapangan.
Praktisi supranatural alias dukun Ki Joko Brewok yang di setiap pertandingan selalu memprediksi skor akhir. Salah satu penerawangannya yang tepat adalah ketika KPP melawan BNI 46 dengan skor yang berkesudahan 4 - 6 untuk kemenangan KPP.

      Berikut skor tiga pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak untuk KPP Tobelo FC :

1st match    : BNI 46                   4 - 6         KPP Tobelo FC
2nd match   : KPP Tobelo FC     7 -  2         Dinas Perikanan
3rd match    : KPP Tobelo FC     7 -  2         BPBD

      Selamat atas pencapaian yang warbiyasak ini, mari kita berdoa agar KPP Tobelo FC dapat melaju ke babak-babak selanjutnya, syukur-syukur mendapat gelar juara turnamen tahun ini. aaamiiinn...

Forza 943!