Selasa sore tanggal 17 Maret 2015 kemarin, saya yang masih berada di kantor tiba-tiba ditelepon oleh bapak saya. Setelah HP saya angkat, bapak berkata kalau ibu mau mengabarkan sesuatu. Dalam hati saya bertanya ada berita penting apa ini - semoga kabar baik. Kemudian terdengar suara ibu dari ujung telepon, beliau mengabarkan kalau malam ini adik saya yang bernama Riezky akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti briefing. Ia dipanggil untuk ikut expo atau pameran bertemakan budaya di Milan, Italia.
Apa? Italia?? saya pun kaget bercampur bangga. Sungguh tak menyangka kalau adik saya yang masih kelas 2 SMK jurusan nautika dapat pergi ke luar negeri mewakili Indonesia dalam acara tersebut.
Ibu bercerita kalau kuota siswa yang dipilih ikut pergi ke Italia dari SMK 10 Semarang hanya dua orang. Untuk mengetahui kesiapan dan keseriusan dari pihak siswa dan orang tua, maka pihak sekolah memanggil orang tua murid beserta siswa untuk diwawancarai. Ada pertanyaan tentang pekerjaan orang tua, bapak kerja apa, ibu kerja apa, dan pertanyaan itu dijawab dengan terus terang kalau bapak bekerja di pabrik rokok sukun, ibu sebagai ibu rumah tangga, kemudian ada pertanyaan apabila dalam waktu mendadak diperlukan uang yang jumlahnya minimal sebesar lima kali UMR atau lebih apakah sanggup. Adik saya berkata "ya, sanggup" dan itu membuat Pak Heri sebagai guru yakin untuk mengikutkan adik saya dalam kontingen ke Italia.
Ini adalah kesempatan yang berharga untuk menimba ilmu di Eropa, memperoleh pengalaman yang tak semua orang bisa merasakannya. Ibu saya bercerita ; pada waktu di ruang guru, beliau tak mampu membendung air mata bahagia bercampur bangga. Begitupun dengan bapak. Adik saya yang dianggap ndablek, nyelelek, pernah tidak naik kelas saat SD ternyata kini bisa menjadi yang pertama ke luar negeri diantara kami sekeluarga. Sepulang dari sekolahan, Ibu saya mengabarkan berita itu ke bude Parti teman dekatnya. Bude yang juga tahu perkembangan adik saya dari kecil hingga sekarang sontak menangis dan mengusap-usap kepala adik saya seraya memberikan wejangan serta doa. Beberapa bulan sebelumnya bude mengabarkan ke Ibu saya kalau anaknya akan pergi berlayar ke luar negeri dan prosesnya membutuhkan biaya pengurusan administrasi yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. " Wah, selamat bude, semoga lancar dan semoga nantinya Riezky bisa nyusul berlayar ke luar negeri", ujar Ibu saya menanggapi. Siapa sangka malah adik saya yang pergi duluan ke luar negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar